Monday, November 24, 2008

mentari baru saja tenggelam
malu dirinya
perih dirasanya
sama seperti hatiku..
seperti di potong dadu...
esok kunantikan sang hujan datang
supaya dapat menghapus darah yng mengalir
perih memang awalnya....
tpi ku dpat lewatinya dengn air mata yang semakin sedikit

No comments: